Jakarta, (Tagar 7/12/2018) - Persepakbolaan tanah air kini tengah terpuruk, prestasi pun memburuk. Trophy juara seakan menjauh, seolah sungkan untuk dijamah.

Minimnya prestasi membuat pendukung Timnas Indonesia geram, berbagai kecaman tertuju pada Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Edy Rahmayadi. Pria yang juga menjabat sebagai Gubernur Sumut itu dianggap tak becus menangani PSSI.  

Namun, Edy mengaku cinta dengan PSSI. Sehingga tak akan mundur dari jabatannya, meski mendapatkan desakan dari publik. 

Edy RahmayadiKetua Umum PSSI Edy Rahmayadi memaparkan program pencapaian prestasi sepak bola Indonesia di Medan, Sumatera Utara, Rabu (5/12/2018). PSSI akan memproyeksikan timnas U-16 Indonesia nantinya lolos di Olimpiade Paris, Perancis 2024 dan Piala Dunia 2030 serta peningkatan pedidikan kepelatihan bagi pelatih sepak bola lokal. (Foto: Antara/Septianda Perdana/aww).

Saat dilantik menjabat sebagai Ketua Umum PSSI, Edy sudah membuat rencana jangka panjang, agar induk sepak bola Indonesia berjalan dengan baik. Evaluasi maupun kongres terus dilakukan.

"Saya tak mau mundur dari PSSI. Karena saya cinta dengan PSSI. Kita punya manajemen. Ada waktu kegiatan kongres tahunan, ada kegiatan evaluasi, setiap periode ada jadwalnya. Jadi di mana pun Ketua PSSI berada itu tak masalah. Tapi ini harus berjalan semuanya. Di PSSI ini lengkap ada pengkaji disiplin, kepala staf, sekjen. Semua ini tak bisa memutuskan satu persoalan karena ada statuta yang mengaturnya," tutur Edy Rahmayadi di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Rabu (5/12/2018) dilansir Antara.

Edy mengaku sempat berpikir untuk mundur, rencana itu bukan disebabkan tidak bisa menangani persoalan. Melainkan kepentingan pribadinya yang tak ingin menjadi sasaran bully dari berbagai pihak.

"Memang ada di benak saya akan mundur, iya, tapi bukan karena saya tak bisa menangani ini, bukan itu persoalannya. Tapi karena kepentingan pribadi saya. Saya kepengin santai, tak ingin di bully-bully," ucap Edy memberikan penjelasan.

Meski rangkap jabatan sebagai Ketua Umum PSSI sekaligus Gubernur Sumut, Edy menegaskan bahwa dirinya bukan gila jabatan. Malahan ia mempertanyakan, kenapa tidak ada yang menyanjungnya.

"Karena di PSSI ini, begitu menang tak ada yang menyanjung saya, malah orang yang memakai kesenangan ini. Tapi begitu kalah, Edy Out. Saya mau tenang, santai, bukan karena saya tak bisa membina. Saya bawaan lahir memang begini. Saya tak gila jabatan, Pangkostrad pun saya tinggalkan apalagi hanya Ketua Umum PSSI," pungkasnya.

Nurdin Halid

Nurdin HalidNurdin Halid menjabat sebagai Ketua Umum PSSI Nurdin pada tahun 2003. (Foto: Istimewa)

Hal serupa sempat terjadi saat Nurdin Halid menjabat sebagai Ketua Umum PSSI Nurdin pada 2003. Politisi Golkar itu keukeuh bertahan, walau seluruh pecinta sepak bola tanah air menginginkannya mundur.

Nurdin dinilai tidak bisa memberikan prestasi apapun. Sebagai otoritas sepak bola di tanah air, jelas paling bertanggung jawab atas semua kegagalan. Namun Nurdin menolak kalau ia kemudian diminta turun dari jabatan Ketua Umum PSSI.

"Tidak. Untuk mundur tidak karena tidak ada hubungannya. Karena mundur atau tidaknya itu tergantung hasil pemilihan saat kongres nanti di tahun 2011. Berapa persen sih rakyat Indonesia yang ingin saya mundur? " ujar Nurdin saat konpres di Kantor PSSI, Senayan, Jumat (8/1/2010) dilansir detik.

Kegagalan Indonesia lolos ke Piala Asia 2011, serangkaian hasil buruk yang diterima Timnas Garuda. Sebelum itu, Indonesia terpuruk di SEA Games 2009, gagal lolos dari fase grup.

Saat ditanya perihal masalah yang dihadapi sepak bola Indonesia, Nurdin malah balik bertanya ke wartawan. Seakan tak punya solusi, tak punya ide yang mampu membuat PSSI semakin maju dan berkembang.

"Tolong jangan tanya saya kenapa timnas kalah terus. Tapi kasih tahu saya bagaimana cara timnas menang. Kita ingin juara SEA Games dan Juara AFF tapi gagal, karakter main tempo tinggi dan cepat fisiknya tidak mendukung. Membangun fisik dari kompetisi tapi kompetisi tidak bisa membentuk fisik pemain dengan baik," ucap Nurdin saat itu.

Ada Apa dengan PSSI?

Kedua Ketua Umum PSSI Nurdin Halid dan Edy Rahmayadi di masing-masing masa jabatan memiliki kesamaan, yaitu sama-sama enggan menanggalkan jabatan, dan sama-sama tidak memberikan prestasi yang mampu memenuhi dahaga pecinta sepak bola tanah air.

Pertanyaannya sekarang, mengapa mereka betah menjabat. Karena ingin memberikan prestasi, apa sekedar membuat sepak bola Indonesia dalam keadaan terhenti. Terus tak berkembang dan diam menggambang.

Menyedihkannya lagi, sepak bola negeri tetangga di area Asia Tenggara berkembang pesat. Lawan yang dulunya menjadi bulan-bulanan kini mampu mengimbangi, malah sampai bisa mengalahkan.

Ada apa dengan PSSI ku sayang? Segeralah bangkit dari keterpurukkan. Isilah manajemenmu, dengan orang-orang yang peduli dan sayang padamu. Tak gentar melawan segala tantangan, mendapatkan prestasi sesuai harapan. []