Jakarta - Ketua DPR, Bambang Soesatyo kembali menjadi sorotan. Ia disebut sebagai figur unggulan pada tahun ini. Figur unggulan kepada calon Ketua Umum Partai Golkar ini merupakan versi dari Majalah Men's Obsession. Ia dianggap berhasil unggul dalam memimpin parlemen.

Bamsoet, sapaan akrabnya, mengungkapkan untuk mengembalikan citra DPR di awal kepemimpinananya memang tidak mudah. Karenanya, sejak dilantik menjadi Ketua DPR RI pada 15 Januari 2018, ia terus melakukan berbagai gebrakan.

Mantan wartawan ini meyakinkan publik, bahwa citra DPR bisa diperbaiki dengan meningkatkan kinerja. Terbukti bahwa di masa kepemimpinannya yang cukup singkat, Bamsoet mampu mencetak beberapa karya di DPR.

Tak bisa dipungkiri Bamsoet mewarisi kepemimpinan DPR, saat parlemen berada dalam kondisi terpuruk. Kinerja DPR pun menjadi terganggu, fungsi koordinasi dan kolaborasi antara anggota serta pemerintah juga tidak efektif.

Akibatnya, sistem kontrol menjadi tidak jalan dan kinerja legislasi pun akhirnya diam di tempat. Melihat kondisi itu, maka tugas pertama yang dia lakukan adalah mensolidkan kembali para anggota sehingga DPR bisa kembali kepada khittah-nya dalam menyelesaikan program legislasi, budgeting, dan controling terhadap pemerintah.

Baca juga: Ketua DPR Kritik 524 Kuota Haji 2019 Tidak Terserap

"Caranya cukup sederhana, sebagai langkah awal, beberapa minggu sejak dilantik menjadi Ketua DPR RI, saya langsung mengumpulkan para pimpinan DPR RI, fraksi, komisi dan alat kelengkapan dewan (AKD) untuk secara rutin mengadakan makan siang dan ngopi bareng," kata Bamsoet, melalui pesan singkat, Sabtu, 10 Agustus 2019.

Pertemuan informal semacam ini rutin dilakukan pria yang sering melontarkan pantun, di awal pekan. Cara Bamsoet untuk kembali merapatkan anggota patut diapresiasi. Karena, menurutnya hal itu dapat melahirkan keakraban satu sama lain.

"Biasanya masing-masing pihak juga bisa menyampaikan unek-unek dan permasalahan yang dihadapi. Dengan demikian jalan keluar lebih mudah dicari," tuturnya.

Terbukti melalui pertemuan rutin tersebut, program legislasi yang kerap disorot masyarakat satu persatu bisa terselesaikan. Misal, Rancangan Undang-Undang (RUU) Penanggulangan Terorisme yang sempat mangkrak, bisa diselesaikan hanya dalam waktu lebih kurang dua minggu. Selain itu, DPR RI juga sudah mengesahkan RUU Kekarantinaan Kesehatan dan RUU Penerimaan Negara Bukan Pajak.

Tak hanya itu, DPR juga telah mengesahkan RUU Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sisnas Iptek) menjadi UU. Lalu, mengesahkan RUU tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah (PIHU) menjadi undang-undang. RUU PIHU ini resmi disahkan menjadi undang-undang setelah melewati proses pembahasan yang panjang selama tiga tahun antara Komisi VIII DPR dan pemerintah.

Selanjutnya, RUU tentang Pengesahan Persetujuan Antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Federasi Rusia tentang Kerja Sama di Bidang Pertahanan.

"Dengan disahkannya RUU ini diharapkan akan meningkatkan kerja sama yang saling menguntungkan dalam bidang industri pertahanan antar kedua negara, Indonesia-Rusia," kata Bamsoet.

Baca juga: Bambang Soesatyo: Andai Saya Ketua Umum Golkar

Menurutnya, selama ini, ia selalu berusaha mendekatkan DPR RI dengan rakyat. Di tengah sorotan berbagai kalangan yang mengatakan DPR RI tidak ubahnya tembok besi yang kebal terhadap kritik, Bamsoet malah membuat festival lomba kritik DPR RI. Rakyat dipersilakan menyampaikan kritiknya melalui stand up comedy, essai dan meme. “Cara ini dibuat agar para anggota DPR RI juga tidak kaku dengan perkembangan zaman, khususnya dari kalangan milenial,” tutur Bamsoet.

Gagasan lainnya yang telah dilahirkan saat kepemimpinan Bamsoet ialah aplikasi DPR NOW!.

"Ini dibuat untuk menguatkan legacy yang luar biasa bagi kemajuan DPR RI menuju Parlemen Modern. Dikombinasikan dengan kehadiran ruang pusat informasi dan penyiaran parlemen, DPR RI membuka pintu selebar-lebarnya bagi rakyat agar bisa mengawasi aktifitas kedewanan secara real time dan real life, detik per detik," kata Bamsoet.

Dalam mewujudkan Open Parliament menuju Parlemen Modern, Bamsoet juga telah menghadirkan Sistem Data dan Informasi Penelitian (SDIP) DPR RI yang bisa diakses melalui situs www.sdip.go.id. SDIP memuat berbagai hasil penelitian yang dilakukan oleh Badan Keahlian Dewan DPR RI.

Mulai dari jurnal, buku, kajian analisis, hasil diskusi, sampai policy brief. Berbagai hasil penelitian juga ditampilkan dalam infografis yang menarik. "Masyarakat bisa memanfaatkan open data ini untuk melihat sejauh mana kinerja penelitian kedewanan maupun untuk keperluan ilmiah penunjang kegiatan akademik lainnya," tuturnya. []