Solo, (Tagar 12/6/2018) - Bagi para pemudik yang tiba di Solo pada dinihari, mencari panganan sahur mungkin jadi kesulitan tersendiri karena banyak kedai tidak buka lewat jam 24.00.

Namun sebenarnya, para "pemburu panganan sahur" tak perlu khawatir, ada beberapa penjaja gudeg dan krecek yang buka pada dinihari, yang salah satunya kedai legendaris Gudeg Ceker Bu Kasno di Jalan Mergoyudan.

Buka sejak 1970-an, Gudeg Ceker Bu Kasno atau Gudeg Cakar Mergoyudan sudah punya penggemar fanatik tersendiri.

Pasalnya, walau warung buka jam 01.30 WIB dinihari, antrian sudah terlihat mengular di depan Gereja Kristen Jawa Mergoyudan dan sekitar SMAN 1 Surakarta sejak pukul 01.00.

Antrian panjang memang tampaknya pasti terjadi, mengingat warung gudeg itu hanya punya sedikit pelayan, satu yang bertugas membuat minuman, satu sebagai juru hitung, serta satu yang bertugas mencatat pesanan, dan meneruskannya langsung ke Bu Kasno (74).

Saat menerima pesanan, Bu Kasno yang duduk menghadap ke belasan kuali, tampak terampil mengambil tiga lembar daun pisang, menuang dua centong kecil nasi, mengambil gudeg dan krecek, serta lauk tambahan pilihan para pemesan.

Bagi para penggemarnya, sensasi makan di Gudeg Ceker Bu Kasno justru ada pada banyaknya varian lauk tambahan seperti ceker, ayam kampung suwir, uritan, ati ampela, brutu, telor, tahu dan tempe.

Untuk para penggemar gudeg versi pedas, Bu Kasno juga menyediakan sambal (bawang) "korek" untuk penambah selera.

Di samping nasi, pengunjung juga dapat memilih bubur sebagai pilihan lain.

"Pas antri, wah panjang sekali, cuma saat mencoba masakannya, memang sepadan," kata M. Afif (25), seorang dokter muda asal Jakarta yang baru pertama kali mencoba Gudeg Ceker Bu Kasno seperti dikutip Antara.

Ia mengaku rasa gudeg Bu Kasno cukup berbeda dari jenis masakan yang di Yogyakarta. Gudeg memang jadi masakan yang cukup umum ditemui di Solo dan Yogyakarta.

"Rasanya tidak semanis yang di Yogya, warnanya juga tidak hitam pekat," kata Afif sembari menyantap nasi gudeg keduanya dengan tahu dan telor bacem.

Selang beberapa jam setelah buka, antrian pelanggan tidak kunjung putus. Walaupun ada satu kedai yang dibuka sekitar 500 meter dari warung utama, para pengunjung tetap memilih membeli gudeg yang langsung diracik Bu Kasno.

"Sensasinya itu melihat ibu (Kasno)langsung, dari tahun ke tahun, tidak banyak yang berubah," kata Dian (24), pemudik asal Jakarta yang ditemui tengah mengantri, Senin (11/6).

Ia mengaku, menu favoritnya adalah nasi gudeg dan ceker.

"Kalau ke sini harus pesen cekernya, itu wajib," tambahnya sembari menyantap nasi gudeg ditemani segelas teh hangat.

Untuk seporsi nasi gudeg, krecek, dan tiga ceker biasanya pembeli hanya merogoh kocek sebesar Rp18 ribu. Meski demikian, harga panganan bergantung pada lauk tambahan yang dipilih.

Hal yang menarik dari Gudeg Ceker Bu Kasno, keengganan yang empunya warung untuk membuka cabang di banyak tempat.

Bu Kasno tetap mempertahankan tenda kecilnya dengan tiga bangku panjang di meja penuh kuali, dan beberapa kursi panjang tambahan.

Akan tetapi, pilihan itu yang barangkali membuat Gudeg Cakar Bu Kasno istimewa, sehingga tetap dicari pelanggannya walau harus mengantri panjang.

Sumber bestik dan ngopi serius Jika Gudeg Cakar Mergoyudan cocok untuk sahur, panganan khas solo lain yang patut dicoba untuk berbuka, diantaranya Sumber Bestik Pak Darmo di Jalan Dr. Rajiman.

Bestik atau yang umum dikenal dengan bistik (biefstuk atau beefsteak) adalah modifikasi steak daging dan lidah sapi khas Solo, dimasak dengan sayur-sayuran seperti wortel, kentang, buncis, salada, dan bawang bombay, kemudian dibanjiri dengan kuah rasa manis dan gurih.

Varian bestik yang tersedia di Warung Pak Darmo cukup banyak, mulai dari daging ayam, sapi, lidah, resoles kering, resoles kuah, dan brutu. Di samping Bestik, pembeli juga dapat memesan menu lain seperti nasi goreng, bakmi goreng, cap cay, dan sop ayam.

Buka sejak pukul 17.00, warung Sumber Bestik Pak Darmo tutup hingga tengah malam.

Untuk seporsi bestik daging sapi harganya sekitar Rp26 ribu, sementara lidah sekitar Rp28 ribu.

Setelah puas menyantap bestik, tidak jauh dari warung Pak Darmo, ada baiknya mencoba kopi racikan manual di Ngopi Serius.

Sesuai namanya, Ngopi Serius memang tidak main-main dalam menyajikan segelas kopi nusantara yang kaya rasa.

Ada sekitar 40 variasi Arabica dan Robusta yang ditawarkan di Ngopi Serius, diantaranya Robusta Wine, Arabica Java Wine, Sunda Gunung Tilu, Sunda Arum Manis, Sunda Geulis Longberry, Arabica Pagar Alam, Kalosi Bone, Toraja Mandheling, Lereng Lawu, Sunda Hejo, Celebes Latimojong dan sederet varian biji kopi lainnya.

Tidak hanya jenis kopi yang beragam, Ngopi Serius juga tidak main-main dengan teknik penyeduhan.

Di samping seduh langsung (pour over), Ngopi Serius juga menyediakan penyajian kopi dengan memakai aeropress dan v60.

Meski demikian, tidak perlu khawatir soal harga. Dibandingkan dengan kedai-kedai kopi di Jakarta yang membanderol harga secangkir hingga Rp35 ribu - Rp45 ribu, kopi di Ngopi Serius hanya seharga Rp17 ribu per gelasnya.

Di samping minum langsung, Ngopi Serius juga menyediakan kopi dalam bentuk biji yang dapat digiling di kedai untuk dibawa pulang. Harga per 180 gram biji kopi Arabica dan Robusta beragam, rentangnya mulai dari Rp 40 ribu - Rp 60 ribu. (ant/rmt)