Jakarta, (Tagar 3/12/2018) - Siapa tak kenal game PlayerUnknown's Battleground (PUBG). Berjenis battle royale, game yang dapat dimainkan dalam beragam platform itu diminati banyak anak-anak dan remaja di seluruh dunia.

Perusahaan pengelola game tersebut, PUBG Corps, mencatat jumlah pemain PUBG saat ini mencapai 400 juta orang, dengan perhitungan 350 juta orang menggunakan perangkat mobile dan 50 juta memakai PC dan Xbox One.

Maraknya pemain PUBG ternyata berpengaruh terhadap psikis remaja. Egypt Today dalam laporannya mengungkapkan seorang remaja di Kairo, Mesir, dikabarkan membunuh gurunya karena terinspirasi permainan PUBG.

Pemuda bernama Seif el-Din itu menikam guru hingga tewas ketika menjalani les privat Kimia di kediaman guru tersebut pada Jumat, 23 November 2018. Nyawa guru berusia 59 tahun itu hilang di saat yang sama ketika Seif merayakan ulang tahunnya ke-16 tahun.

Seif yang ditangkap di kediamannya mengaku kepada kepolisian setempat meniru sejumlah karakter dalam permainan PUBG.

Kematian guru itu menyulut kemarahan Anggota Parlemen Mesir, Ahmed Badawy. Badawy menilai game itu bagian dari penyulut perang generasi keempat di kawasan Timur Tengah.  

Kepada Otoritas Pengaturan Telekomunikasi Nasional Mesir, Badawy meminta untuk menghapus PUBG dari aplikasi game di Google Play. Menurutnya, PUBG meninggalkan dampak buruk pada remaja karena memicu kekerasan di negaranya.

Di lain sisi, sejumlah media Mesir mengklaim kelompok radikal Negara Islam (ISIS) menggunakan PUBG untuk berkomunikasi kepada para pemain, kemudian merekrut anggota baru. Alasan kuatnya, para pemain PUBG dinilai media Mesir memiliki bakat menyusun taktik untuk menghancurkan lawan.

Penyebab lain, ketika video skema permainan PUBG di Mesir heboh beberapa waktu lalu. Video itu memperlihatkan pesawat yang membawa 100 pemain di awal sesi PUBG memutar latar belakang lagu-lagu ISIS, Clashing of Swords. Setelah itu, 100 pemain PUBG diharapkan untuk saling membunuh hingga tersisa satu pemain. []