Jakarta, (Tagar 14/10/2018) - Presiden Joko Widodo pada akhir pekan membuat catatan di laman resmi Facebook-nya, tentang peristiwa-peristiwa besar di Indonesia belakangan ini yang menyita perhatian dunia. Peristiwa menyedihkan dan menyenangkan datang silih berganti, kadang bahkan terjadi pada waktu bersamaan. 

Berikut ini catatan akhir pekan Presiden Jokowi, Minggu (14/10) selengkapnya:

Pulau Lombok di Nusa Tenggara Barat diguncang beberapa kali gempa besar pada akhir Juli sampai Agustus 2018. Lebih dari 500 orang meninggal dunia, ribuan orang luka, puluhan ribu rumah, bangunan, dan sarana umum rusak parah.

Gempa besar itu datang saat kita sedang menggelar pesta olahraga besar Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang pada 18 Agustus sampai 2 September lalu. Indonesia sukses dengan merebut 31 medali emas dan menduduki peringkat empat dari 45 negara Asia.

Sekitar dua pekan kemudian, pada 28 September, gempa bumi dan tsunami mengguncang Sulawesi Tengah. Kota Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi luluh-lantak, lebih 2.000 orang diketahui meninggal dunia, tak terbilang rumah, bangunan, dan sarana publik yang rusak.

Seraya bergerak cepat membantu saudara-saudara kita di Sulawesi Tengah, kita tetap menjalankan agenda yang sudah lama direncanakan: Asian Para Games 2018 pada 8 - 16 Oktober di Jakarta. Di pesta olahraga yang diikuti 42 negara Asia ini, Indonesia juga sukses merebut 37 medali emas dan mengunci peringkat kelima.

Sementara di Bali, Indonesia juga menggelar hajatan akbar pertemuan tahunan IMF-World Bank 2018 yang dihadiri para tokoh dan pemimpin dunia, orang-orang dan lembaga yang berpengaruh terhadap bentuk dan laju perekonomian seluruh negara di muka bumi ini. 

Pertemuan 8-14 Oktober 2018 di Bali ini dihadiri lebih dari 36.000 orang dari 189 negara -- jauh di atas perkiraan kita sebelumnya yakni 19.000 orang. Selain menghadiri pertemuan, orang-orang ini juga berwisata ke berbagai tempat di Indonesia.

Begitulah. Seperti penari Bali yang berjumpalitan di depan saya ini, beberapa bulan terakhir, negara kita benar-benar berjalan di atas putaran roda kehidupan.

Suka dan duka, bencana dan keberhasilan, datang silih berganti. Kadang-kadang bersamaan. Tapi itu pulalah yang membuat bangsa ini besar dan tahan uji.

Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul. Dengan bersatu padu, apa pun yang dihadapi bangsa ini, akan menjadi perekat yang membuat kita semakin kuat, dan menjadi modal untuk membawa bangsa ini menuju kemajuan.

Selamat berakhir pekan. []