Jakarta, (Tagar 15/3/2019) - 'Tuman' adalah terbiasa, senang mengulangi lagi karena pernah merasakan enaknya. 'Tuman' juga berarti terbiasa, selalu senang akan. Ini arti kata tuman menurut Kamus Bahasa Jawa-Indonesia.

Ternyata kata 'tuman' yang merupakan bahasa Jawa sudah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia, sudah masuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Tuman menurut KBBI adalah gemar atau menjadi biasa (suka, gemar, dan sebagainya) sesudah merasai senangnya, enaknya, dan sebagainya.

Contoh 'Tuman' dalam Bahasa Jawa 

Dalam lingkungan keluarga Jawa, kata 'tuman' biasanya digunakan untuk mengomentari suatu tindakan yang terjadi berulang yang kecenderungannya mengarah ke sesuatu yang kurang terpuji.

Misalnya seorang anak mengambil sepotong tempe dari piring makanan ayahnya. Dalam kesempatan berikutnya yang lain, si anak melakukan hal serupa itu.

Tindakan anak tersebut dinilai sebagai sesuatu yang lancang, tidak sopan, sehingga ibunya berkomentar dengan menggunakan kata 'tuman' dalam kalimat yang diucapkannya.

"Cah iki jan tuman (anak ini sungguh kebiasaan)," diucapkan dengan nada jengkel, gemas, geregetan.

Contoh lain, ketika seseorang meminjam uang pada tetangganya. Diberikan pinjaman sekali, tidak bayar dan diikhlaskan oleh pemberi pinjaman. Kali lain, seseorang itu meminjam lagi, memohon-mohon sambil berjanji akan mengembalikan pinjaman. Namun, ternyata ia ingkar janji lagi. 

"Pancen tuman. Wis, sesok lek nyilih duwik maneh ojo dikei (memang kebiasaan. Sudah, besok kalau meminjam uang lagi jangan dikasih)," komentar si tetangga dengan perasaan kecewa dan geram.

Contoh 'Tuman' dalam Bahasa Indonesia

Karena kata 'tuman' sudah masuk KBBI, berarti kata 'tuman' juga bisa dipakai dalam penggunaan kalimat Bahasa Indonesia.

Dalam penggunaan bahasa tulisan, kata tuman tidak perlu lagi dimiringkan karena tuman sudah bukan bahasa daerah lagi, tapi sudah menjadi bagian dari bahasa nasional. 

"Dia itu tuman, suka pulang pagi, susah dibilangin."

"Jangan coba-coba narkoba, nanti merasa enak, jadi tuman loh."

"Biasakan tepat waktu ke kantor, jangan tuman masuk siang, nanti sifat burukmu itu bisa menulari teman-temanmu. Apa kamu merasa begitu istimewa sehingga bisa sesuka hati datang ke kantor jam berapa saja?" []

Baca juga: