Jakarta, (Tagar 18/6/2018) - Presiden Joko Widodo menyempatkan diri berlebaran di Solo dengan blusukan ke perkampungan warga di daerah itu untuk bersilaturahmi.

"Di Kota Solo, kemarin siang, saya sempat mendatangi permukiman warga Bangunharjo di Kelurahan Gandekan, berbincang-bincang dan berswafoto dengan mereka," tulis Jokowi di laman Facebook resminya, Senin (18/6).

"Seorang ibu masih menyimpan dan menunjukkan foto lama bersama saya saat masih jadi Wali Kota Surakarta. Ada juga pemilik usaha sablon kaos yang menyodorkan sebuah foto berbingkai untuk saya tanda tangani. Dan itu ternyata foto saya sendiri," Jokowi menambahkan emoji tertawa pada bagian ini.

"Meski waktunya begitu singkat, silaturahmi seusai Lebaran ini begitu indah. Terima kasih," tutup Jokowi di akhir catatannya itu.

Jokowi di laman Facebook-nya juga mengunggah satu foto lagi, ia bersama Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo. 

Bersama unggahan foto itu, Jokowi membuat catatan:

"Seperti Anda semua yang mudik, saya pun pulang ke Solo di hari kedua Lebaran untuk sungkem pada Ibu, bersilaturahmi dengan keluarga dan menerima warga.

Esok harinya, Minggu 17 Juni, saya datang ke Balai Kota Surakarta, tempat saya pernah berkantor. Sebelumnya, Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo mengabarkan kantor wali kota di Solo sudah berubah.

Balai Kota Surakarta sekarang lebih terbuka dan tanpa pagar. Dinding-dinding kacanya juga dilepas. Halamannya akan jadi ruang publik. Kata Pak Rudy, semua penataan kantornya ini dilakukan demi keterbukaan.

Ini bagus sekali sebagai salah satu cara agar pemerintah menjadi semakin dekat dengan rakyat."

Jokowi dan FX Hadi RudyatmoPresiden Joko Widodo dan Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo di kantor Wali Kota Surakarta atau lebih populer disebut Kota Solo, Minggu (17/6/2018). (Foto: Biro Pers Setpres)

Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin dilansir Antara dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (18/6), menyebutkan bahwa saat berlebaran di Bogor pada hari pertama, warga yang datang ke Istana Kepresidenan Bogor, tetapi di Solo Presiden lah yang blusukan ke perkampungan warga.

Hari ketiga Idul Fitri atau tepatnya Minggu (17/6) Presiden menyapa warga Bangunharjo, Kelurahan Gandekan, Kota Solo. Presiden mengenakan kemeja putih dan celana hitam, tiba di lokasi sekitar pukul 12.45 Wib.

Menurut Bey, kedatangan Presiden disambut masyarakat dengan hangat. Banyak warga yang ingin bersalaman dan mengabadikan momen dengan Kepala Negara.

Presiden pun dengan senang hati menyalami warga yang begitu antusias. Selain itu, Presiden juga menyempatkan berbincang dan berinteraksi dengan beberapa warga.

Tampak seorang ibu memperlihatkan fotonya bersama Jokowi ketika masih menjabat sebagai Wali Kota Surakarta.

Selain itu, Presiden juga sempat berbincang dengan satu warga yang memiliki usaha sablon kaos dan meminta menandatangani sebuah pigura yang akan digunakan sebagai wadah foto yang memuat gambar warga tersebut bersama Jokowi.

Selesai berkeliling menyapa warga, Presiden kemudian melanjutkan perjalanan ke Kantor Wali Kota Surakarta. Presiden tiba di kantor yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 2 pada pukul 13.10 Wib.

Presiden disambut Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo. Di sini Presiden meninjau dan melihat-lihat bangunan yang dulu menjadi kantornya.

Bagian halaman kantor ini tampak mengalami renovasi, yaitu kini tidak berpagar. Setelah meninjau Kantor Wali Kota Surakarta, Presiden kemudian kembali ke kediamannya.

Minggu malam (17/6) Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo telah kembali ke Jakarta.

Baca juga: Lebaran Pertama di Bogor

Jokowi Lebaran di SoloWarga menerima bantuan paket sembako dari Presiden Joko Widodo saat pembagian sembako di Sangkrah, Solo, Jawa Tengah, Minggu (17/6/2018). Sebanyak 7.500 paket sembako bantuan dari Presiden Joko Widodo dibagikan kepada warga dua kelurahan di Solo. (Foto: Antara/Mohammad Ayudha)

Paket Sembako

Presiden Joko Widodo yang pulang Lebaran ke kediamannya di Kota Solo sempat menghadiri kegiatan pembagian ribuan paket sembako yang digelar di halaman Gedung Graha Saba, Sumber Banjarsari Surakarta Jawa Tengah.

Saat melihat langsung kegiatan pembagian paket sembako yang digelar setiap tahun bertepatan Hari Idul Fitri tersebut itu, Presiden menyapa warga penerima yang sudah antre sejak pukul 08.00 Wib hingga siang hari.

Nanik (45) warga Serengan Solo mengatakan dirinya ingin berjabat tangan dengan Jokowi yang pernah menjadi Wali Kota Surakarta itu. 

"Saya kagum dengan Pak Jokowi yang kini menjadi pemimpin Negara Indonesia," kata Nanik.

Maimunah warga Solo lainnya mengatakan, walau tidak mendapat kupon paket sembako, ia tetap dipersilakan untuk antre guna menerima paket sembako.

"Saya tidak mempunyai kupon tetapi saya juga mendapatkan antara lain beras, minyak goreng, gula dan teh. Saya menyambut baik paket sembako yang dibagikan untuk masyarakat ini," kata Maimunah.

Informasi dari panitia pembagian paket sembako di Graha Saba Solo, panitia menyediakan 7.500 paket sembako. Kupon yang dibagikan 3.000 lembar. Warga yang tidak mendapat kupon juda diberikan paket sembako.

Menurut Sekretaris Camat Banjarsari Agung, jumlah kupon yang dibagikan sebanyak 3.000 paket sembako, tetapi panitia menyediakan sebanyak sekitar 7.500 pekat, dan realisasinya pembagikan sekitar 5.000 paket lebih.

Acara pembagian paket sembako yang digelar keluarga Presiden Jokowi ini dihadiri ribuan orang. Mereka antre dengan tertib. (af)