Lombok Tengah - Sebagai pulau yang berada di daerah tropis, Lombok menawarkan atraksi alam yang terbilang cukup lengkap. Apa saja?

Beberapa daftar yang bisa disebut misalnya, mulai dari pesisir pantainya hingga pada puncak Gunung Rinjani terdapat spot-spot wisata yang masuk dalam kategori indah dan sebagiannya sudah dikenal di kalangan turis mancanegara.

Seorang analis geologi, Kusnadi mencoba mengulik seri keindahan beberapa spot alam Lombok dengan menjabarkan keunikan proses geologi yang dimilikinya.

Dia melihat salah satu spot keindahan di pantai bagian selatan Lombok, yaitu Pantai Aan. Kenapa Pantai Aan? Kusnadi menyatakan karena Pantai Aan ini memiliki kompleksitas keindahan alam yang diciptakan oleh Yang Maha Kuasa.

Baca juga: Wisata Air Terjun Benang Kelambu di Lombok Tengah

Di Tanjung Aan traveler bisa menikmati pantai berpasir putih yang begitu memanjakan mata untuk dilihat. Birunya air laut cukup menggoda hati traveler untuk berenang sambil menikmati pemandangan jejeran bukit yang ada di sekelilingnya.

Tentu saja pemandangan hamparan bukit itu memaksa traveler ingin mendakinya agar mendapatkan view yang lebih luas dan indah sembari berswafoto di atasnya.

Secara geologi apa sih yang membuat Tanjung Aan istimewa? Kusnadi mengatakan jika morfologi Pantai Aan yang indah itu merupakan kombinasi proses geologi endogen dan eksogen yang menarik. Terdapat endapan bebatuan hasil proses endogen yang terpahat oleh proses eksogen berupa erosi dan abrasi.

Prosesi alam itu terjadi dalam waktu jutaan tahun sejak Lombok muncul dari dalam laut sekitar 10 juta tahun yang lalu. Tak heran jika hasilnya adalah sebuah tanjung yang berbentuk setengah lingkaran yang hampir sempurna.

Dinamika di dalam perut bumi sekitar 20 sampai 30 juta tahun yang lalu mengakibatkan terjadinya proses magmatisme bawah laut di sekitar kawasan Tanjung Aan saat ini yang masih berada di kedalaman laut.

Baca juga: Jokowi Beli Kain Tenun Lombok: Boleh Saya Tawar Ya

Proses itu, jelas Kusnadi menghasilkan endapan yang disebut old marine volcano atau endapan tua vulkanik bawah laut. Endapan berupa perselingan antara lava dan pyroklastik ini dapat dilihat di sekitar bukit Merese dan Batu Payung.

Proses tektonik itu terjadi sekitar 10 juta tahun yang lalu dan secara alamiah mengangkat endapan yang berada di dalam laut. Sehingga membentuk wajah awal Pulau Lombok.

"Jangan bayangkan proses pengangkatan ini berjalan mulus, proses ini diiringi dengan gempa besar dan tsunami. Untungnya saat itu tidak ada manusia yang menghuni daerah ini. Jadi wajar saja sampai saat ini ada potensi gempa besar dan tsunami di selatan Lombok karena memang proses itulah yang membentuk wajah Lombok," ungkapnya.

Setelah di permukaan, lanjut Kusnadi, proses erosi dan abrasi yang berjalan pelan tapi pasti itu mengikis sedikit demi sedikit wajah Pantai Aan selama hampir 10 juta tahun.

Baca juga: Lima Wisata Unggulan di Mandalika

Proses itu membentuk wajah baru Pantai Aan yang indah berupa tanjung yang terisi oleh fosil Foraminifera Orbulina Schlumberger atau sejenis fosil bersel satu dengan bentuk bulat (pasir berbentuk merica) berumur 1 juta tahun sampai sekarang serta keindahan tanjung yang bisa dinikmati seperti hari ini.

Proses penciptaan Pantai Aan yang cukup panjang itu hingga saat ini bisa dinikmati.

"Semoga setelah KEK Mandalika benar-benar beroperasi, tempat ini masih bisa kita nikmati dan tetap dibuka untuk umum," harapnya. []