Jakarta, (Tagar 11/2/2019) - Televisi Cina menerapkan aturan baru terhadap artis pria yang memakai anting di bagian telinga. Bagian yang ditindik serta diberi anting sekarang bakal disensor.

Komisi penyiaran Cina yang menggodok aturan itu sejak dua tahun lalu menerapkannya saat ini. Maskulinitas menjadi penyebab pertama aturan itu diberlakukan di stasiun televisi.

Rentan waktu antara 2017 hingga saat ini, maskulinitas di Cina memang menjadi bahan perdebatan publik. Apalagi merambah menjadi budaya pop ketika standar kecantikan bagi pria muncul di kalangan anak muda.

Standar kecantikan yang mendapat kritikan tajam itu meliputi budaya berpenampilan hingga perawatan tubuh laiknya perempuan, diikuti pemakaian aksesoris atau pun make-up seperti perempuan.

Kantor berita Cina, Xinhua, menyebutkan sumber maskulinitas menjadi budaya pop meluncur deras lewat perilaku selebritis dan boyband atau idol asal Asia.

Akibatnya, sejumlah penampilan idol Asia di televisi disensor. Editor program televisi Netflix Cina yang diwawancarai situs iQiyi mengaku telah mendapat amanat untuk mensensor anting telinga para aktor pria.

Di acara televisi Sisters Flower Shop, penyanyi pop kenamaan Cina, Jing Boran, yang akrab dengan anting di telinga disensor tanpa ampun sepanjang penayangan.

Begitu juga penampakan blur bagian telinga artis Wang Linkai dan Lin Junyan ketika menjadi tamu di salah satu stasiun televisi Cina.

CinaArtis Cina terkena sensor ketika tampil di televisi. Di bagian telinga mereka diblur karena memakai anting. (Foto: weibo)

Media Cina belakangan makin ketat terhadap konten yang ditampilkan. Istitusi berwenang di negara itu telah menutup 26 ribu situs yang menampilkan konten negatif, di antaranya materi vulgar. Penindakan itu juga menyasar enam juta unggahan, yang dicopot dari media sosial ataupun website di Cina.

Tahun 2017, stasiun televisi di Cina mendapat teguran keras jika menampilkan tato di bagian tubuh penyanyi rap, hip-hop dan seniman ketika tampil live maupun terencana di media mereka.

Kemudian larangan diterapkan kepada artis pria yang mewarnai rambut, atau musisi pria yang menguncir rambut dengan model kuncir kuda.

Banyak warga Cina menyebutkan budaya negara ber-Ibu Kota Beijing itu mundur jauh ke zaman feodal. Ungkapan itu tak sedikit muncul di media sosial yang kerap dipakai oleh negara itu, Weibo.

Di satu sisi, kanor berita  Telegraph dalam laporannya mengatakan instansi terkait di Cina menerapkan semua ini agar anak-anak terkendali dari tontonan yang sesuai dengan umur, serta mendidik. Atas peraturan ini, publik figur diminta sadar mengikuti dengan memberi contoh yang sesuai dan memdidik bagi generasi di negara itu. []