Jakarta - Mengulik sejarah selalu menjadi hal yang menarik, kali ini Tagar akan menceritakan awal mula Puma dan adidas didirikan. Konon, ada cerita menarik yang melatarbelakangi kejayaan kedua brand olahraga itu. Berikut Tagar rangkumkan dari berbagai sumber.

Sebelumnya, dua bersaudara Adolf (Adi) dan Rudolf (Rudi) Dassler bekerja untuk satu perusahaan yang sama, Gebr├╝der Dassler Schuhfabrik, perusahaan yang didirikan oleh Christoph, sang ayah. Adi merancang sepatu sementara Rudi mengurusi masalah penjualan dan distribusi.

Kemudian terjadi pertikaian di antara Adi dan Rudi. Tak ada penjelasan jelas penyebab perselisihan keduanya. Namun, ada tiga alasan yang menguak kepermukaan dan menjadi pembicaraan masyarakat kala itu.

Alasan pertama adalah karena Rudi berselingkuh dengan istri Adi. Sementara alasan yang kedua adalah berselisih pendapat karena perbedaan pandangan politik.

Nah, alasan ketiga yang sering terdengar yaitu melibatkan serangan sekutu dari udara. Ketika Adi dan istrinya bergegas berlari ke tempat pengungsian, ia mendengar Rudi yang lebih dulu sampai bersama istrinya berkata Si Schweunhunde (umpatan sangat kasar dalam bahasa Jerman).

Salah paham kemudian terjadi di antara keduanya, sempat Rudi menjelaskan kepada Adi kalau umpatan itu dimaksudkan untuk sekutu. Tetap saja saudaranya itu tidak mau mempercayai.

Sejak saat itu keduanya pecah kongsi dan memutuskan untuk tak lagi satu perusahaan. Pada pertengahan 1940-an, Rudi pindah ke seberang sungai dan mendirikan pabrik baru, sementara Adi mengelola pabrik lama.

Adi membuat Adi-Dassler yang kini dikenal dengan nama adidas, sementara Rudi mendirikan Puma, setelah gagal dengan merek Ru-Da.

Pertikaian yang Membelah Kota

Perpecahan antara Adi dan Rudi kemudian menular ke penduduk kota yang berjumlah 23 ribu itu. Pegawai adidas dan pegawai Puma pergi ke restoran, bar, bahkan pasar yang berbeda untuk berbelanja. Bahkan, pegawai pabrik adidas dilarang berhubungan dengan pegawai pabrik Puma.

"Bagi kota Herzogenaurach, pertikaian antara dua saudara Dassler ini ibaratnya Tembok Berlin bagi ibu kota Jerman tersebut," demikian pernyataan jurnalis lokal Rolf Herbert kepada The Guardian.

Dalam hal yang lebih substansial seperti agama dan haluan politik, adidas dan Puma seolah memiliki garis pemisah yang terlihat jelas. Puma terlihat sebagai perusahaan dengan haluan politik konservatif dengan pegawai yang menganut Katolik, sementara adidas lebih menganut Protestan dengan pandangan politik Sosial Demokratik.

Hingga bertahun-tahun, rivalitas adidas dan Puma ini selalu diturunkan dan nyaris tak pernah ada yang bisa mendamaikan kedua bersaudara Dassler, hingga keduanya meninggal dunia.

Pertikaian ini juga ada segi positif yang kemudian mendorong kedua perusahaan berkembang dengan pesat. Setiap kali adidas melakukan satu terobosan besar, maka Puma akan mengejar. Demikian pula sebaliknya. Jika penjualan Puma meningkat, maka adidas akan mencoba inovasi baru.

Namun keberuntungan menghampiri adidas pada 1954. Kala itu Rudolf bertikai dengan pelatih tim nasional Jerman (masih Jerman Barat), memberikan kesempatan adidas untuk menyuplai timnas dengan peralatan dan kaus tim.

Lalu, tidak diduga Jerman yang saat itu belum menjadi kekuatan sepak bola, mampu menundukkan tim top Eropa, Hungaria. Adi Dassler kemudian muncul nyaris di semua halaman utama surat kabar. Demikian pula dengan sepatu hitam bergaris putih tiga yang dikenakan seluruh pemain kerap tampil di berbagai media.

Sejak saat itu Adi mendapatkan tawaran dari berbagai belahan dunia untuk menjual sepatu adidas. Perusahaannya pun mendunia. Butuh belasan tahun bagi Rudi untuk menyamai kesuksesan saudaranya di level internasional.

Baik adidas dan Puma sendiri kini telah menjadi merek ternama di dunia. Namun, perselisihan antara keduanya baru dapat "diselesaikan" pada 2009, melalui satu pertandingan sepak bola. Para pegawai adidas dan Puma berlaga dalam pertandingan persahabatan yang menandai gencatan senjata antar keduanya.

Adidas dan Puma tetap mempertahankan kantor pusat di kota Herzogenaurach. Karena bagi kedua perusahaan, kota kecil itu memiliki nilai historis yang tak tergantikan. Sebuah sejarah tentang pertikaian dua bersaudara yang telah melambungkan nama adidas dan Puma.[]