Semarang - Tingkat kunjungan wisatawan selama libur Lebaran 2019 di Jawa Tengah (Jateng) meningkat 40 %. Destinasi wisata bernuansa alam menjadi favorit wisatawan.

“Dari pantauan di lapangan serta laporan dari sejumlah pengelola obyek wisata, peningkatan kunjungan wisatawan pada libur Lebaran tahun ini mencapai 40 % dibanding hari biasa dan weekend,” ungkap Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Sinung Nugroho Rahmadi, kepada Tagar, Rabu 12 Juni 2019.

Peningkatan tersebut, kata Sinung, di atas ekspektasinya. Sebelum Lebaran, pihaknya memperkirakan peningkatan kunjungan wisatawan hanya di kisaran 25 %. “Tapi ternyata dari pantauan dan laporan yang masuk sementara ini lebih dari itu,” ujar dia.

Kendati mengklaim naik 40 % namun Sinung mengaku angka kunjungan belum muncul saat ini. Biasanya penghitungan riil dilakukan pada akhir tahun.

Baca juga: Pemudik Idul Fitri 2019 Terjebak Macet di Semarang

"Terkait kenaikan 40 persen itu berdasarkan pantauan kami serta laporan dari sejumlah pengelola obyek wisata. Misalnya di hari biasa atau weekend kunjungan wisatawan 1000 orang, pada libur lebaran kemarin bisa mencapai 1400 orang perhari," terang dia.

Sinung menambahkan dari sekian banyak jenis wisata di Jateng, wisata alam banyak dikunjungi selama Lebaran. Rata-rata berkunjung ke wisata alam yang ada di Solo, Wonosobo, Tegal, Magelang, Banyumas, Jepara, Tegal, Semarang dan Karanganyar.

Sudah menjadi tren bahwa masyarakat lebih senang kembali ke alam. Sehingga obyek wisata alam seperti dataran tinggi, pegunungan, air terjun, sungai, pantai, danau dan lainnya menjadi lokasi favorit untuk berkumpul bersama keluarga.

Meski terpantau meningkat, Sinung punya catatan atas pelayanan yang ada. Evaluasi muncul dari komplain sejumlah wisatawan terkait tarif mahal di beberapa lokasi wisata, baik tarif tiket maupun harga kuliner.

Baca juga: PT KAI Semarang Tambah Kereta ke Bandung

"Padahal saya sudah mewanti-wanti pengelola wisata dan para pedagang kuliner untuk tidak ngepruk atau menaikkan tarif terlalu tinggi. Naik boleh asal wajar dan pantas. Sudah ada laporan beberapa yang masuk ke saya terkait adanya tarif yang ngepruk makanya langsung kami tindak," papar dia.

Kasus yang paling mencolok pada libur Lebaran adalah adanya salah satu pedagang kuliner yang menerapkan tarif terlalu tinggi pada konsumennya.

"Sudah kami ingatkan dan beri edukasi. Bahkan kami mengatakan akan ada sanksi kalau nekat mengulanginya lagi. Ke depan kami akan komunikasi dengan sejumlah paguyuban kuliner di seluruh Indonesia untuk bisa bersama mendukung pariwisata di Jateng," pungkasnya. []

Baca juga: Oleh-Oleh Mochi Semarang, Camilan Libur Lebaran