Maros - Masa tenang pemilihan umum (pemilu) tahun 2019 berlangsung 14-16 April. Pada masa ini tidak ada lagi kegiatan atau aktivitas dari berbagai relawan untuk memaparkan visi dan misi secara terbuka pada khalayak ramai.

Khusus di daerah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, ada cara unik agar memasuki masa tenang tidak ada ketegangan yang terjadi antar pendukung kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden. Yakni dengan melakukan makan bersama tanpa ada sekat.

Pelaksanaan makan bersama oleh kedua pendukung paslon ini diinisiasi oleh Fahmi, seorang pemilik rumah makan di tengah Kota Maros.

Menurut sang pemilik Rumah Makan So'na, kegiatan ini diberi tema 'Masalah Pilpres Diselesaikan di Rumah Makan'. Menuruf Fahmi, kegiatan ini dilaksanakan untuk memperlihatkan bahwa ketegangan pendukung paslon hanya berlangsung pada saat sebelum pencobolosan, dan ketika selesai pencoblosan kembali akan bersama-sama seperti biasa.

"Untuk menunjukkan kepada yang lain bahwa urusan politik itu hanya sementara. Dan orang Maros biasa menyelesaikan permasalahan lewat makan bersama. Pilihan beda itu tidak masalah, yang penting persaudaraan tetap dijaga," ujar Fahmi kepada Tagar, Sabtu 13 April 2019.

Fahmi juga berharap, dengan makan bersama ini khususnya di Kabupaten Maros tidak ada riak-riak yang mengarah ke hal negatif.

Ini bisa jadi inspirasi untuk banyak orang. Kita perlihatkan kerukunan yang baik khususnya dalam hal kerukunan berpolitik. Semua daerah harusnya menjaga kondisi daerahnya agar tetap aman.

Sementara itu, pendukung paslon nomor urut 01 dari Rumah Jokowi, Bagus Dibyo Sumanto mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Fahmi. Menurutnya hal itu sangat bagus, khususnya untuk tetap menjaga tali silaturahmi.

"Kegiatan ini sangat positif, dan menunjukkan bahwa apa pun pilihan kita di pemilu ini tidak boleh ada sekat antar pendukung, maupun ketegangan karena saling mengunggulkan pasangannya," kata Bagus.

Bagus sendiri melihat kegiatan bersama ini sangatlah baik, apalagi ia menilai tidak mudah untuk mengajak pendukung kedua paslon untuk bisa duduk satu meja.

"Banyak orang yang berbeda pilihan itu sangat sulit untuk bisa duduk bersama. Tapi di Maros ini kita buktikan, bahwa pemilih meski beda pilihan tapi tetap saling menghargai pilihan," jelasnya.

Sementara itu, pendukung Prabowo dari Gerakan Milenial Indonesia diwakili Muhammad Rafsan, menilai kegiatan ini sebagai ajang mempererat tali silaturahmi.

"Ini bisa jadi inspirasi untuk banyak orang. Kita perlihatkan kerukunan yang baik khususnya dalam hal kerukunan berpolitik. Semua daerah harusnya menjaga kondisi daerahnya agar tetap aman," jelasnya.

Selain memberikan makan secara gratis bagi pendukung kedua calon presiden yang bertarung, Rumah Makan So’Na juga akan memberikan makan gratis pada saat hari pencoblosan 17 April mendatang. Hal ini dimaksudkan untuk mendorong pemilih menyalurkan hak suaranya. []

Baca juga: