Semarang, (Tagar 13/6/2018) - Pemandangan tak biasa ada di ruas tol fungsional Batang-Semarang Seksi V, tepatnya di wilayah Kelurahan Beringin, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah. Sebuah masjid berdiri kokoh tepat tengah jalan tol.

Masjid Jami' Baitul Mustaghfirin, demikian nama masjid tersebut. Bukan karena pengelola masjid menolak digusur, namun semata lantaran proses pemindahan menunggu rampungnya pembangunan masjid pengganti.

Uniknya, meski berada di tengah jalan tol, masjid tersebut tetap digunakan warga sekitar untuk beribadah selama Ramadhan.

"Selain digunakan sholat lima waktu maupun sholat Jumat, warga masih menggunakannya untuk ibadah tarawih juga," kata Ambar, 30, warga Ngaliyan, Rabu (13/6).

Di musim arus mudik Lebaran saat ini, petugas kepolisian setempat melakukan rekayasa lalu lintas di jalur fungsional tol sekitar masjid. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kejadian tidak diinginkan terkait bangunan masjid di tengah tol.

Bagi para pemudik yang melaju dari arah Kendal ke Semarang, begitu memasuki ruas tol Mangkang, bisa menyaksikan bangunan hijau berkubah dua lantai itu dari kejauhan. Makanya, begitu mendekati masjid, wajib bagi pemudik untuk mengurangi laju mobil.

Sebuah jalan beton alternatif dibuat melingkar oleh pelaksana proyek tol Batang-Semarang. Jalan ini mengitari masjid sisi utara masjid.

Di sepanjang jalan tersebut dipasang sejumlah rambu yang sangat membantu pemudik memutari masjid.

"Sudah ada tanah pengganti masjid Al Mustaghfirin dan saat ini sedang proses pembangunan masjid pengganti dua lantai di sebelah Utara masjid lama," kata Kepala Seksi Pengadaan Tanah BPN Kota Semarang Wibowo Suharto.

Menurut Wibowo, proses pemindahan masjid dilakukan setelah bangunan pengganti selesai. "Bangunan pengganti tidak akan lama lagi akan selesai," ujar dia.

Makam di Tengah Tol

Keunikan lain yang bisa ditemui pemudik di tol fungsional Batang-Semarang adalah keberadaan komplek makam. Posisinya juga tepat di tengah jalan tol dan berada tak jauh dari Masjid Jami' Baitul Mustaghfirin. Hanya saja secara administrasi kewilayahan, makam tersebut masuk Kelurahan Klampisan, Ngaliyan.

Pengelola jalan tol dan kepolisian juga telah melakukan rekayasa lalu lintas maupun pemasangan rambu sejak tol fungsional dibuka H-7 Lebaran. Sejumlah petugas ditempatkan di titik tersebut untuk membantu pengarahan arus lalu lintas.

Mendekati komplek makam, pemudik harus lebih waspada karena sekitar satu kilometer sebelumnya kondisi jalan menurun dan banyak penyempitan lajur.

Diketahui, di komplek makam Klampisan, ada sekitar 1.300 makam. Relokasi makam yang merupakan tanah wakaf tersebut juga sedang berproses.

"Ada tiga bidang tanah pengganti makam yang telah disiapkan. Dua bidang tanah sudah sepakat, sedangkan satu bidang proses musyawarah. Untuk di dua bidang tanah makam pengganti, 14 makam sudah direlokasi ke temat tersebut. Makam yang lain akan direlokasi setelah lebaran karena masih ada seribuan makam," terang Wibowo. (ags)