Tobasa - Namanya sudah kesohor di kalangan para pecatur di Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Sumatera Utara. Tak hanya sekali, piala di berbagi ajang sudah berkali-kali ia raih.

Prancis Siahaan (47) lahir di Balige, Kabupaten Tobasa pada 15 Maret 1972. Dia digelari master catur oleh para penghuni Sekretariat Percasi Tobasa di Jalan Sisingamangaraja, Balige.

Jatuh cinta pada catur sejak 1990-an. Berikutnya, ayah empat anak ini kian setia pada papan catur meski hanya selingan di warung kopi. Ya, hanya sebatas selingan. Sebab sejak era 1990-an Prancis Siahaan bekerja sebagai penarik becak bermotor (betor).

Sembari menunggu para penumpang, Prancis Siahaan bersama para penarik betor lainnya biasa menghabiskan waktu dengan catur di pangkalan. Bertaruh segelas kopi cukup untuk bermain serius sembari terus meningkatkan kemampuan.

Kamis 15 Mei 2019 siang lalu, Prancis Siahaan yang ditemui di Sekretariat Percasi Tobasa tampak sedang asyik bermain catur dengan rekannya sesama penarik betor. Tubuh dibungkus jaket lusuh. Mimik wajah serius melangkahkan anak catur.

"Sudah dari tahun 90-an suka catur. Tapi gabung dengan Percasi sejak tahun 2002," ujar Prancis memulai kisahnya.

Meski sudah sering merengkuh berbagai piala, Prancis Siahaan tetap saja menjadi penarik betor hingga saat ini.

"Ini (betor) sewa. Sehari setor Rp 30 ribu," tutur pecatur spesialisasi catur cepat ini, usai menuntaskan permainan tanpa perlawanan dengan rekannya.

"Rumah juga ngontrak sampai sekarang. Padahal anak sudah SMA, belum lagi ojol (ojek online) sudah mulai masuk ke sini (Balige). Makin parah lah," katanya, dengan senyum sumringah meski bercerita soal peliknya hidup.

Pecatur BetorPrancis Siahaan dengan betornya. (Foto: Tagar/Alex Siagian)

Saat ini, Prancis Siahaan sedang mengikuti pemusatan latihan selama tiga bulan, untuk mengikuti kejuaraan Pekan Olahraga Sumatera Utara yang akan digelar pada 22 - 29 Juni mendatang di Medan

Dirinya menjadi salah satu wakil dari Kabupaten Tobasa usai meraih Juara I Korwil wilayah III yang mencakup 9 kabupaten kota Sumatera Utara di nomor catur cepat tahun 2018.

"Lagi fokus latihan sekarang, untuk ikuti Porprovsu bulan 6 nanti," katanya sembari meneguk kopi hitam khas Toba.

Meski sudah melanglang buana mengikuti kompetisi catur membawa nama Kabupaten Tobasa, nyatanya perekonomian Prancis Siahaan masih terbilang miris. 

Selain karena harus menyewa betor sebagai alat pencari nafkah, rumah huninya juga masih mengontrak. Belum lagi saat ini anak pertama dan keduanya sudah duduk di bangku SMA.

"Berat lah, tapi ya disyukuri saja, hehee... ," katanya sembari tertawa.

Ketua Pelaksana Harian Percasi Tobasa Galung Hartono Manik mengatakan, karir Prancis Siahaan sebagai pecatur ujung tombak Percasi Tobasa dalam berbagai turnamen, tidak akan panjang mengingat usianya memasuki kepala empat.

"Kita ingin ada regenerasi. Sampai kapan kita bertumpu pada beliau ini. Tapi sebelum mengakhiri karir, hendaknya beliau bisa diberi perhatian serius sebagai bentuk penghormatan kepada beliau," katanya yang ditemui di Sekretariat Parcasi Tobasa.

Berikut beberapa gelar yang diraih oleh Prancis Siahaan:

1. Juara I Terbuka Kapolres Cup di Kabupaten Humbang Hasundutan

2. Juara I Terbuka Bupati Cup Kabupaten Toba Samosir tahun 2011

3. 10 besar Galan Cup tingkat Sumatera Utara di Pematangsiantar tahun 2018

4. Juara I Mitra Keluarga antar Kabupaten di Tapanuli Utara

5. Juara II Galan Cup Tingkat Sumatera Utara tahun 2017 di Pematangsiantar

6. Juara I Korwil wilayah III mencakup 9 kabupaten kota Sumatera Utara di nomor catur cepat tahun 2018, yang mengantarkan dia ke Porprovsu tahun 2019 membawa nama Kabupaten Toba Samosir

7. 10 besar catur wisata terbuka tingkat nasional tahun 2016, yang diikuti 108 peserta dari lima provinsi dan 18 kabupaten kota.

Baca juga: