Jakarta, (Tagar 13/3/2019) - Siti Aisyah dikenal pendiam dan lugu, tidak disangka bisa terlibat pembunuhan kakak orang nomor satu di Korea Utara Kim Jong Nam. Sontak kejadian ini membuat kaget masyarakat Indonesia.

Wanita yang berasal dari Serang, Banten itu di Indonesia tinggal di Jalan Angke Indah, Tambora, Jakarta Barat. Di area pemukiman padat penduduk, Aisyah sempat tinggal di rumah mertuanya. 

Setelah kasus pembunuhan yang melibatkan Aisyah, rasa simpati datang dari para tetangga. Mereka mengaku prihatin atas kasus yang menimpa Aisyah.

"Dia orang susah, kasihan amat dia kena kasus begitu. Saya kenal karena setelah pindah dari sebelah rumah saya, dijual, lalu pindah ke sini (rumah mantan mertua Aisyah)," ujar Halimah salah satu tetangga Aisyah dikutip dari rappler.

Sebelum Aisyah menjadi tahanan polisi di Malaysia, dia sempat bekerja di perusahaan konveksi milik ayah mertuanya, Lian Kiong pada tahun 2007. Setahun kemudian dia menikah dengan putera Lian Kiong, Gunawan Hasyim. Dari pernikahan itu, keduanya dikarunia satu anak.

Di tahun 2010, keduanya memutuskan berangkat ke Malaysia untuk membantu usaha konveksi milik orang tuanya yang bangkrut.

"Mereka berangkat ke Malaysia untuk bekerja," ujar Rahmat Yusril Ketua RT 05 RW 03, Angke, Tambora, Jakarta Barat.

Aisyah bekerja sebagai penjaga toko, sementara suaminya bekerja di sebuah restoran. Namun cinta keduanya harus berakhir dengan perceraian pada tahun 2012. 

Usai cerai dengan Gunawan Hasyim alias Ajun, Aisyah akhirnya bekerja di sebuah pabrik sepatu di kota asalnya Serang, sementara mantan suaminya menikah lagi dan pindah ke Riau.

Pada 2014 Aisyah mengurus paspor untuk pergi keluar negeri. Paspor yang dikeluarkan kantor imigrasi Jakarta Barat, pada tanggal 17 November 2014 tidak diketahui sang ibu, Banah. Selama dua tahun Aisyah tinggal di Batam dan berjualan pakaian.

Informasi ini diperkuat keterangan ibunya yang mengaku anaknya hanya bekerja sebagai penjual pakaian di Batam.

Ibunya juga menambahkan, Siti Aisyah terakhir pulang ke kampung halaman pada 21 Januari 2017. Pulang untuk melihat melihat mertuanya sekaligus menjenguk dan memberikan uang jajan untuk anaknya sebesar Rp 300.000.

Berdasarkan data imigrasi, baru pada 16 November 2016 Aisyah tercatat masuk Malaysia melalui terminal feri Antarbangsa Stulang Laut, Johor Bahru.

Sementara pada 2 Februari 2017, menurut Batam Center (BTH) dengan CTR99D, "Siti Aisyah berangkat dari Batam tujuan Johor Baru, Malaysia," kata Kepala Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Imigrasi, Agung Sampurno.

Tidak lama setelah tiba di Malaysia tepatnya pada 13 Februari 2017, melalui rekaman CCTV, Aisyah terlihat terlibat dalam pembunuhan kakak presiden Kim Jong Un yaitu Kim Jong Nam di bandara Internasional Kuala Lumpur.

Kabar ini ramai dibicarakan oleh media, sehingga tetangga di kampung halaman mengetahuinya. Mereka tidak menyangka Aisyah yang pendiam dan lugu akan terlibat kasus pembunuhan.

"Orangnya pendiam, lugu, orang dari kampung," ujar Anisa Fitri tetangga Aisyah.

Anisa juga menyebutkan, Aisyah jarang bergaul dengan warga sekitar saat masih tinggal di rumah mantan mertuanya.

"Dia memang jarang bergaul sama orang di sini. Saya yakin itu orangnya, sudah liat fotonya dan saya dulu sering bertemu dia," tambah Anisa dikutip dari rappler. []