Jakarta - Ratu Tisha Destria merupakan perempuan pertama yang masuk dalam Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Tisha sapaan akrabnya ditunjuk menjadi Seketaris Jenderal (Sekjen) PSSI sejak 2017.

Nama Tisha, kini tengah ramai diperbincangkan publik. Sebab, Tisha yang hadir saat pertandingan final Piala Indonesia antara PSM Makassar dengan Persija Jakarta di stadion Andi Mattalatta, pada Selasa, 6 Agustus 2019 mendapat sorakan dan diusir oleh penonton di sana.

Bagaimana perjalanan karir Ratu Tisha Destria? Berikut Tagar rangkum profil dan perjalanan karir Tisha hingga menduduki jabatan Sekjen PSSI.

1. Manajer Tim Sepak Bola Sekolah

Wanita kelahiran Jakarta, 30 Desember 1985 menggemari sepak bola sejak sekolah. Saat SMA, Tisha menjadi manajer untuk tim sepak bola sekolahnya.

Di sana, Tisha mulai belajar menjadi manajer tim sesungguhnya. Hasilnya, tim sepak bola di sekolahnya mampu bersaing dengan tim sepak bola dari sekolah lain, bahkan menjuarai sejumlah turnamen.

2. Manajer Tim Sepak Bola Kampus

Lulus SMA, Tisha melanjutkan jenjang pendidikan ke Institut Teknologi Bandung (ITB), jurusan Matematika. Meski jurusan kuliah tak searah dengan kegemarannya, Tisha tak memendam kegemaran pada sepak bola.

Lagi-lagi, Tisha menjadi manajer tim sepak bola di kampusnya. Ia mengurusi kebutuhan tim sepak bola di kampusnya mulai dari persiapan pertandingan, menyusun data klub, menyusun jadwal latihan, dan kalender pertandingan klub.

3. Pendiri LabBola

Lulus kuliah, Tisha sempat vakum dari dunia sepak bola karena bekerja di perusahaan minyak multinasional, yang membuatnya berpindah dari satu negara ke negara lainya. Tapi pada 2008, Tisha kembali ke Indonesia.

Ia mendirikan perusahaan di bidang jasa penyedia data analisis di dunia olahrga bersama Hardani Maulana, yaitu LabBola.

4. FIFA Master

Tisha tercatat sebagai satu-satunya peserta perempuan dari Asia yang berhasil mendapat beasiswa FIFA Master 2013. Dari 6400 pendaftar, Tisha lolos menjadi 28 peserta yang mempelajari sport humanity dan sport management.

Setelah menempuh pendidikan selama hampir setahun di tiga negara yakni Inggris, Italia, dan Swiss, ia pun mendapat gelar Master of Art. Tak hanya itu, Tisha merupakan peserta yang mendapat peringkat ke-7 dari 28 peserta.

5. Melahirkan Konsep TSC

Pada 2016, ia dipercaya sebagai direktur kompetisi Gelora Trisula Semesta (GTS) yang merupakan operator turnamen Torabika Soccer Championship (TSC) tahun 2016.

Tisha lantas melahirkan konsep untuk turnamen Torabika Soccer Championship (TSC) yang akhirnya membuat Tisha mendapat kepercayaan dari anggota asosiasi provinsi dan pengurus klub Tanah Air.

6. Wakil Presiden AFF

Tidak ada darah sepak bola yang mengalir dalam tubuhnya. Namun, karir yang ia geluti karena kegemarannya berhasil mengantarkan pada posisi Wakil Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF).

Tisha, bukan hanya sejarah bagi PSSI, melainkan bagi sejarah bagi dunia sepak bola Indonesia. Ia berhasil menjadi perempuan pertama yang ditetapkan AFF dalam Kongres Luar Biasa Asia (KLB) di Laos pada Sabtu, 22 Juni 2019, untuk posisi Wakil Presiden AFF. []

Baca juga: