Jakarta - Hoaks dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah berita bohong. Tiga tokoh Indonesia ini diserang hoaks meninggal. Nyatanya tidak seperti yang dikabarkan.

Berikut ini tiga tokoh Indonesia diserang hoaks meninggal.

Ustaz Arifin IlhamUstaz Arifin Ilham. (Foto: Instagram/kh_m_arifin_ilham)

1. Ustaz Arifin Ilham

Ulama kenamaan Indonesia Ustaz Arifin Ilham ini memang tidak pernah terlihat melakukan aktifitas keagamaan, sejak dinyatakan menderita kanker nasofaring dan getah bening. Ia pun diketahui menjalani pengobatan di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangun Kusumo, pada 5 Januari 2019 kemudian melakukan perawatan intensif di salah satu Rumah Sakit di Penang, Malaysia.

Akan tetapi, kondisi Ustaz Arifin Ilham yang tak pernah terlihat, justru dimanfaatkan pihak tak bertanggung jawab. Karena seringkali, ia diserang hoaks meninggal lalu hoaks tersebut beredar di media sosial maupun grup WhatsApp.

Putranya, Muhammad Alvin Faiz sontak menepis hoaks meninggal pada ayahnya tersebut. Melalui unggahan Instagram story @alvin_411, Alvin mengkonfirmasi bahwa kabar tersebut dipastikan hoaks.

"Semalam ini banyak banget DM masuk karena broadcast di WA terkait kesehatan Abi @kh_m_arifin_ilham. Itu hoax ya teman-teman, dan lucunya hoax yang kesebar itu, itu sudah viral ketika abis masih pertama kali sakit, sudah saya klarifikasi juga berkali-kali, kenapa sekarang tiba-tiba viral lagi?" ungkapnya dalam Instagram Story, pada Jumat 19 April 2019.

"Mohon doa untuk kesembuhan Abi ya teman-teman," tutupnya.

BJ HabibiePresiden ke-3 Republik Indonesia BJ Habibie memotret dengan kamera digital saat menghadiri Peringatan HUT ke-61 Provinsi Riau di Kota Pekanbaru, Kamis (9/8/2018). BJ Habibie juga akan menghadiri puncak Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-23 tahun 2018, yang berlangsung di Pekanbaru pada 10 Agustus mendatang. (Foto: Antara/Retmon)

2. BJ Habibie

Jauh sebelum Ustaz Arifin Ilham, Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie pun kerap diserang hoaks meninggal. BJ Habibie pertama kali diserang hoaks pada akhir Februari 2012 saat dirinya tengah melakukan perawatan kesehatan di salah satu rumah sakit di Jerman.

Hoaks meninggalnya Habibie yang menjadi perbincangan publik di media sosial pun dibantah oleh lembaga bentukan Habibie, The Habibie Center.

"Berita bahwa BJ Habibie meninggal tidak benar. Mohon verifikasi ke kami atau @habibiecenter sebelum menyebarluaskan berita apapun. Demi kenyamanan dan ketenteraman bersama," seperti tertulis di The Habibie Center, Senin 27 Februari 2012.

Namun, ternyata hoaks tersebut adalah awal serangan kepada Menteri Negara Riset dan Teknologi Indonesia ke-4 tersebut. Karena pada tahun 2014, 2016, 2017, hingga 2018 hoaks meninggal kembali menyerangnya.

Terakhir hoaks meninggal menyerang kembali pada April 2018 tahun lalu. Hoaks meninggal berhembus saat Habibie dikabarkan melakukan operasi pemasangan MitraClip pada 14 Maret di Starnberg, Jerman.

Tapi, lagi-lagi The Habibie Center tidak membiarkan hoaks meninggal Habibie berkembang lebih jauh. Karena, akun Twitter @habibiecenter menepis hoaks tersebut.

"Jangan percaya hoaks! Berita yang mengabarkan bahwa Bapak BJ Habibie meninggal tidak benar!! #indonesialawanhoax #lawanhoax," pada 10:45 AM - 4 Apr 2018.

Berita kwik kian gie-1Kwik Kian Gie. (Foto: Ist)

3. Kwik Kian Gie

Ekonom senior Indonesia yang kini berusia 84 tahun, Kwik Kian Gie pernah pula diterpa hoaks meninggal. Menteri Koordinator Ekonomi pada 1999 - 2000 ini, pada 9 Oktober 2017, hoaks meninggal menyerang dirinya.

Kwik Kian Gie langsung menbantah mengenai kabar dirinya meninggal dunia. Sebab, keadaan ia pada saat itu tidak dalam keadaan sakit apapun atau bisa dikatakan dalam keadaan sehat.

"Itu hoaks! Dari jam 00.30 beritanya muncul. Saya dalam kondisi sehat dan baik-baik saja," tegas Fungsionaris PDI-Perjuangan keturunan Tionghoa tersebut.

Atas hoaks tersebut, Pendiri Institut Bisnis dan Informatika Indonesia ini mengaku tak tahu motif pelaku menyebarkan hoaks meninggal pada dirinya. "Tidak tahu saya (motifnya). Siapa yang bikin isunya juga tidak tahu," jelas pria kelahiran Pati, Jawa Tengah, 11 Januari 1935 tersebut.

Baca juga: