Jakarta, (Tagar 18/3/2019) - Salah satu pendakwah mumpuni di tanah air adalah Kiai Haji Abdul Somad. Sebutan Ustaz yang tersemat pada namanya melahirkan panggilan baru bagi putra daerah asal Asahan itu, yakni UAS alias Ustaz Abdul Somad kebanggaan almarhumah Hajjah Rohana.

Namanya melambung ke permukaan paska video dakwahnya viral dan digandrungi di situs berbagi video YouTube. Dari sana, video-video dakwahnya kerap muncul sebagai potongan-potongan tidak utuh di linimasa berbagai media sosial.

Meski namanya sudah sedemikian tenar di Indonesia, banyak yang masih belum tahu latar belakang dan asal-usul UAS. Padahal, gelar pendidikan Somad dalam berbagai bidang agama, terbilang mentereng.

Lahir pada tanggal 18 Mei 1977 atau 30 Jumadil Awal 1397H, Ustaz Abdul Somad merupakan putra daerah asal kampung bernama Silo Lama, Silau Laut, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

Ustaz Abdul Somad merupakan keturunan dari Syekh Abdurrahman. Seorang ahli agama yang di hormati di Asahan. Sebab, Syekh Abdurrahman adalah salah satu dari sedikit ulama yang pernah belajar ilmu agama Islam di Mekkah, Arab Saudi, kala itu.

Dalam sebuah kesempatan, Ustaz Abdul Somad mengaku enggan dianggap keturunan dari Syekh Abdurrahman. Pasalnya, dia merupakan keturunan dari pihak perempuan, yakni Ibundanya, Hajjah Rohana, yang tak lain adalah cucu dari Syekh Abdurrahman.

Ayahnya yang seorang petani juga dijadikan alasan UAS untuk tidak ingin dianggap sebagai keturunan bangsawan.

Pondasi awal pendidikan formal Ustaz Abdul Somad ditempuh di Sekolah Dasar Al-Washliyah Medan dan tamat pada tahun 1990. Lepas dari sana, Somad melanjutkan pendidikan di MTs Mu'allimin Al-Washilayah dan tamat pada tahun 1993.

Setahun setelahnya, UAS kembali mencari ilmu di Pondok Pesantren darul Arafah, Deliserdang, Sumatera Utara. Disana, ia juga melanjutkan jenjang pendidikan di Madrasah Aliyah Nurul Falah, Air Molek, Indragiri sampai tiga tahun lamanya.

UASInfografis Ustaz Abdul Somad. (Infografis: Tagar/Rully Yaqin)

Tahun 1998, UAS berkesempatan mendapatkan beasiswa untuk menimba ilmu di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Ustaz Abdul Somad bersama 90 orang lain berhasil menyisihkan 900 peserta yang turut ikut seleksi.

Setelah belajar di Mesir hingga tahun 2002, Somad sempat pulang, untuk kemudian melanjutkan pendidikan di negeri jiran Malaysia. Di Universiti Kebanggan Malaysia, UAS mengambil jurusan Faculti Pengajian Islam (FPI).

Tak bosan menimba ilmu, Ustaz Abdul Somad kembali melanjutkan pendidikan di Maroko, selepas ia mendapat beasiswa dari The Moroccan Agency Of International Cooperation di El-Hadit El-Hassania Institute, Maroko. Selepas lulus, dirinya langsung melakukan ibadah Haji, di Mekkah, Arab Saudi.

Lepas berhaji, UAS pergi ke Bandar Seribegawan, Brunei Darussalam untuk mencoba mencari pekerjaan, meski kemudian dirinya justru pulang ke rumah orang tuanya di Riau dan menjadi staf pengajar di sebuah universitas swasta di sana.

Selama menjadi dosen, UAS juga aktif memberikan tausiyah agama kepada khalayak. Profesi itu ditekuninya hingga kini, yang menghantarkan namanya menjadi salah satu ulama sekaligus pendakwah yang dikagumi dan dihormati.

Jelang penetapan kandidat dalam pemilihan presiden 2019 yang lalu, namanya bahkan muncul dalam bursa calon wakil presiden. Sayang, UAS memutuskan untuk menjauhkan diri dari ranah politik praktis. []